Selasa, 21 Juni 2011

Cerpen Horror

Selain cerpen romantis, Bii pernah buat cerpen yang bergenre horro, gara-gara sering nonton film Indonesia yang saat ini kebanyakan bergenre horror, akhirnya yang muncul di kepala Ibii saat mengarang cerpen ini ceritanya horror. Dan asal kalian tau ini Bii buat saat Bii masi kelas 8 SMP, masih kecil. jadi kualitas ceritanya masih bisa di bilang biasa, menurut kaum awam.
Berbagai cerita Bii karang dan Bii kirim ke berbagai email yang menyatakan menerima pengiriman cerpen, tapi karena banyak yang tidak digubris, ya sudah mending Bii nulis cerpen di Blog sajalah, selain tidak ada resiko karena rekening tidak disebutkan, juga tidak ada kekecewaan akan tidak di terima cerpen karangan Bii. Kalau di blog kan lebih nyaman, pembaca yang lain membaca atau tidak tergantung mereka.

Selamat menikmati cerita Horror karangan Bii kecil, heheh :)

Nggak Romantis Banget Sih !!! Part 1

Nggak Romantis Banget Sih !!!!
“Nggak romantis banget sih, “ kata itu yang berulangkali keluar dari mulutku, pasalnya seseorang yang aku cintai, sebut aja namanya Yudha bisa lupa dengan sebuah hadiah yang harusnya ada saat ultahku kemarin, padahal dia janjinya mau memberiku boneka, aku kan sudah menunggu sekian lama, tapi ketiba tiba hari yang kunanti dia malah bilang “ Maaf ya sayang, kadonya nyusul “, aku gembira mendengarnya, pikiranku melayang jauh, membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan kata-katanya.
Tapi aku menyesal telah menunggu sekian lama sejak janjinya dulu, sekarang ia berjanji lagi “ Aku ingin belikan kamu boneka “ itu lagi kata-kata yang bikin aku terbang, cewek mana sih yang nggak suka kalau dikasih boneka, utamanya sama pacar tercintanya.
Eh… dan ternyata lagi, sudah berapa bulan dia menunda janjinya, dan aku yakin dia pasti lupa dengan janjinya, yang menurut aku sepertinya dia dulu ngomong janjinya Cuma angan-angan yang nggak akan jadi kenyataan. Namun aku nggak bisa berontak, apa haknya aku buat minta hadiah ulang tahunku, itu sama saja aku kaya tukang minta-minta, jadi pacar kan harus terima apa adanya, jadi meskipun intinya aku nggak diberi hadian pun nggak kenapa kok. Dan alhasil aku hanya bisa mencurahkan seluruh isi hatiku pada buku diary kesayanganku yang aku beri nama dia “KERO”, nama itu tiba-tiba saja muncul dari dalam kepalaku, meskipun kalau dilihat-lihat tidak cocok dengan corak buku diaryku yang berwarna hitam dengan gambar sampulnya anak kecil bermain ayunan.
Sel, 07 Juli 2010
Kero, aku mau cerita sama ku, aku sama Yudha udah 9 bulan lewat 7 hari sekarang. Dan aku belom nerima sama sekali hadiah ulang tahun yang aku harepin dari dulu. Masih ingat kan Kero waktu aku cerita dia pernah bilang ke aku kalau kadonya nyusul. Ya udah, aku nurut, tapi aku harus nuggu berapa lama lagi ?, ini itu udah 3 bulan lebih, dia nggak ada tanda-tanda bawa kado itu buat aku.
Kadang aku itu ngeras mending aku pacaran sama orang lain aau sekalian nggak usah pacaran biar aku nggak terlalu ngarep dari dia. Apa salah kalau aku ngarep sesuatu yang special dari dia, suatu surprise dari dia. Apa memang harapanku terlalu tinggi ? apa memang dia itu tipe orang yang nggak romantic ?
Itu salah satu isi buku diary aku, aku sudah lelah menuggu arapan yang tak pasti, berharap terlalu tinggi membuat dadaku sesak, padahal sebenarnya ini hanya masalah sepele, tapi menurutku masalah ini menjadi besar karena dari kalimatnya terdahulu ibarat dia berjanji pada aku kalau dia akan member suatu bingkisan padaku, meskipun hanya permen pun taka pa, yang aku inginkan hanya da symbol bahwa ia memberikan sesuatu sebagai hadiah ulang tahunku sudah cukup, meskipun seperi yang aku sebutkan, HANYA PERMEN ! spertinya begitu malang nasibku, hampir setiaphari aku melihat teman-teman sekolahku menerima kejutan dari kekasihnya, sedang aku ? penuh tanya !
Ada lagi yang membuat dadaku semakin sesak hanya karena dia lupa dengan hadiah ulang tahunku, masih teringat jelas saat ia bercerita padaku kenangan bersama mantan kekasihnya, salah satunya ketik ia rela hujan-hujanan hanya untuk membeli boneka sebagai hadiah ulang tahun kekasihnya, sedangkan aku ? sekarang yang jadi kekasihnya adalah aku ? bukan mantannya yang dulu ?. dan masih teringat jelas saat ada seorang cowok yang sebenarnya bukanlah kekasihku, dia hanya suka padaku, tiba-tiba saja dia member bingkisan padaku, kalau orang lain bisa, mengapa dia yang berstatus kekasihku tidak bisa ? kalau dipikir mungkin aku yang terlalu kekanak-kanakan, tapi menurutku tidak juga, kalau kalian bagaimana jika mengalai keadaan seperti ini ?
Sering kali aku mencoba menyindir dia dengan banyak cara, namun ia tak pernah sadar dengan umpan yang aku berikan, ia maah menganggap aku terlalu berlebihan . hmmmmmm  … aku lemas !

BERSAMBUNG ....

Rencana

Berhubung Bii udah kehabisan akal mau isi blog dengan apaan, ya udah Bii isi blognya pake cerpen karangan Ibii, ceritanya bersambung dari hari ke hari, semoga kalian semua pembaca blognya Ibii isa nikmatin cerpen ini.
Oh iya, dan cerpen ini dilarang di copy paste karena sudah ada hak ciptanya (ngarang), tapi meskipun memang ngarang, Ibii mohon jangan di copy, bisa ngarang cerpen kaya gitu uda seneng dan alhamdulillah banget. 
Cerpen yang pertama itu cerpen karangannya Ibii waktu SMA kelas 2 kemaren, gara gara sering baca Novel akhirnya pengen bikin cerpen sendiri, ceritanya terinspirasi dari novel, selain itu memang Bii lagi nganggur di kosan, jadilah ngarang novel seenaknya. haha :D

Ini cerpen ceritanya di ambil dari kisah nyatanya Bii sendiri, tapi ada beberapa hal yang diubah, jadi nggak sama persis sama aslinya, cuma mirip.
semoga kalian menikmati !!